Legitnya Apem Comal

Apem Comal, sebuah jajanan khas yang sudah tidak asing lagi ditelinga para penikmat kuliner di wilayah Pemalang, Pekolangan dan sekitarnya. Bahkan kelezatannya sudah sampai ke beberapa daerah baik di jawa maupun diluar jawa.

Tapi tahukah anda, bahwa Apem Comal berasal dari daerah Kesesi kabupaten Pekalongan? Ya, kue apem menurut berbagai sumber dibuat oleh masyarakat di dukuh Kauman desa/kecamatan Kesesi kabupaten Pekalongan. Penganan yang terbuat dari bahan baku tepung beras dan gula jawa tersebut merupakan kue basah berwarna coklat tua . Tampilannya unik karena kuenya sudah satu paket dengan alasnya berupa daun pisang yang sudah dibentuk agak bulat. Cita rasa Apem Comal sejak dahulu memang terus terjaga hingga kini. Rasa manisnya sangat pas dan tidak membosankan selera karena manis-manis legitnya yang khas.

Sejak dahulu kala kue apem yang konon berasal dari daerah Kesesi, Pekalongan ini sudah terpasarkan di wilayah Comal.  Hal tersebut dikarenakan penjualan waktu itu hanya dipasar atau wilayah Comal saja yang berkembang pesat, atau pada jaman tersebut hanya di Comal saja terdapat pasar. Belum ada referensi, literatur atau apapun yang bisa dijadikan sumber dasar sejarah apem.

Terlepas dari benar atau tidak, pada perkembangan selanjutnya kue apem sudah menjadi trade mark atau ikonnya kota Comal. Kalau berbicara tentang Comal, pikiran masyarakat  akan menuju kue apemnya.

Kue apem dengan mudah didapat apabila penikmat kuliner apem ini memasuki pasar comal.  melewati pintu utama sebelah selatan, hingga perempatan pertama di dalam pasar sudah berjejer penjual apem  bersama jajan lainnya dengan mudah ditemukan. Banyak pedagang apem dengan bakulnya menjajakan kue apem dengan berbagai ukuran baik kecil maupun besar. Tentunya dengan harga yang bervariasi.

Adalah Kholifah (36), penjual kue apem di pasar comal yang asli warga dukuh Bantul desa kesesi Pekalongan. Menurut penuturan Kholifah dirinya berujalan apem di pasar Comal sudah puluhan tahun dan merupakan usaha turun menurun keluarganya 3 Generasi.

Dijelaskan juga oleh Kholifah, kue apem yang dia jual berasal dari daerah kesesi yang selama ini lebih dikenal dengan sebutan apem Comal. Ciri khas epem ini tetap mempertahankan kualitas dan rasa dari dahulu kala semenjak kue apem ini dipasarkan.

Berbahan dasar tepung beras dan gula jawa adalah cirikhas yang tetap dipertahankan si pembuat apem ini.

Ditambahkan bahwa pembuatan apem dengan bahan dasar yang sama, tidak akan berhasil sempurna apabila apem diproduksi di daerah lain bahkan di Comal sekalipun, tempat kue Apem ini dikenal ke seluruh penjuru kota. Ada perbedaan yang tampak jika kita melihat kue apem buatan kesesi dengan kue apem yang diproduksi di daerah lain. Kue Apem yang dibuat di daerah lain akan tampak berwarna coklat pucat, jika dibandingkan dengan kue Apem buatan kesesi yang berwarna lebih cerah dan segar.

Kue Apem produksi luar daerah akan terlihat seperti menjamur, terdapat bintik-bintik putih apa bila kue apem tersebut dijajakan/dikonsumsi melebihi satu hari (bermalam), berbeda dengan apem buatan kesesi yang bisa bertahan hingga dua hari.

Kembali lagi seperti telah diungkapkan sebelumnya, terlepas dari benar dan tidaknya asal muasal kue Apem dibuat, Kue Apem lebih terkenal/dikenal dengan sebutan “Apem Comal”.  Kue Apem sudah menjadi ikon bagi kota Comal. Masyarakat penikmat apem lebih familiar dengan sebutan apem Comal. Diluar daerah pun seperti di Semarang, Kudus, Kalimantan, Sulawesi dan lainnya jika berbicara Apem, pastilah Apem Comal yang banyak dibicarakan (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *