Kukusan View 360° Yang Instagramable

0
1

Kukusan merupakan salah satu bukit yang  ada di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, kabupaten Pemalang. Bukit ini sering kita lihat ketika melintas dari moga menuju Guci, setelah Desa Karangsari di jln. Moga – Guci anda  akan melewati tanjakan yang tajam dan cukup curam itulah bukit Kukusan berada pas di sebelah kiri jalan, jadi akses menuju bukit tersebut sangatlah mudah.

Bukit ini memang berada di sebelah timur Desa Gambuhan dan merupakan salah satu bukit yang memberi pemandangan langsung untuk melihat jauh wilayah yang berada di sebelah timur maupun Utara, bahkan pada titik-titik tertentu kita dapat memandang 360° berputar.

Melihat potensi yang ada, dan gairah untuk membuka peluang obyek wisata alam di desa, maka para pemuda desa Gambuhan yang sudah akrab dengan bukit Kukusan mulai melirik dan merintis bukit Kukusan sebagai salah satu obyek wisata alam.

Dengan sentuhan-sentuhan kreativitas anak muda, maka pada 1 April 2017 untuk umum. Bukit yang berada di ketinggian  956 Mdpl ini di sulap dan di berikan sentuhan-sentuhan seni menawarkan spot-spot untuk ber swafoto (Selfie) dengan gaya wisata kekinian dan instagramable. Pemandangan di bukit Kukusan dapat dilihat 360 derajat atau dapat melihat sisi selatan, barat, utara dan timur. Bahkan Gunung Slamet dapat terlihat sangat jelas dari bukit ini, sebab lokasi dari bukit ini tidak jauh dari pos pengamatan gunung slamet yang notabene menjadi pusat pengamatan dari gunung tertinggi dijawa tengah ini. Oleh karena itu pengelola menggunakan tagline  “view 360 derajat Bukit Kukusan”.

“Awalnya di sini cuma untuk tempat main, tempat camping, tapi karena pengunjung merasa terkenang dengan keindahan bukit kukusan. Akhirnya masyarakat yang dimotori para pemuda sini berinisiatif untuk mengambangkan lagi agar ada pengunjung lebih banyak dan mereka merasa nyaman,” kata Sigit salah satu pengelola obyek wisata ini.

Lebih lanjut Sigit teman-teman mulai mengkreasi, memberi sentuhan artistik, menata  bukit Kukusan ini sampai layak sebagai obyek  wisata tanpa meninggalkan atau merubah kondisi bukit Kukusan tersebut.

“Yang ditawarkan dari bukit ini, kita bisa melihat 360 derajat. Selain pemandangan yang indah secara alami, disini juga disuguhkan dengan adanya spot-spot foto yang instagramable seperti ayunan tresno, rumahku kukusan, ayunan extrime, serta masih banyak yang lainnya.”Jelas Suyatmo ketua pengelola bukit Kukusan.

Lebih lanjut Suyatmo juga menerangkan bahwa  fasilitas-fasilitas pendukung yang penting sudah disiapkan antara lain sudah menata lahan parkir yang memadai, adanya musholla, toilet,  warung, serta saung-saung yang bisa untuk istirahat sembari menikmati sejuknya udara di bukit ini.

Kedepannya pengelola akan buat cafe yang dapat menampung pengunjung untuk menikmati kuliner diantaranya Kopi Pulosari dan beberapa menu kuliner lainnya, di sebelah atas pintu masuk, tetapi pengelola masih ragu mengenai Kondisi tanahnya.

“Kami sudah merencanakan membuat cafe disebelah atas pintu masuk untuk memberi ruang bagi wisatawan maupun pengunjung untuk bersantai sambil menikmati kuliner khas Pulosari. Akan tetapi karena kondisi lahan yang perlu di taludaka kami belum laksanakan.” kata Suyatmo.

Pengelola berharap pemerintah kabupaten Pemalang memberikan bantuan berupa pembuatan talud di bagian tanah yang beresiko longsor tersebut, saat ini pengelola hanya memasang karung-karung yang berisi tanah.

 

Pemuda Kreatif dan Mandiri

Bukit Kukusan  saat ini masih dikelola swadaya oleh pemuda  sekitar terutama dukuh Kukusan, dibawah naungan BUMDesa Berkah abadi desa gambuhan yang merupakan lembaga yang dikelola oleh masyarakat itu sendiri. tanah yang di kelola adalah tanah kas desa/hutan desa yang dikelola dan peruntukannya demi kesejahteraan bersama.

Pada awalnya pemuda desa Gambuhan yang bergabung dalam pengelolaan obyek wisata Kukusan ini sebanyak 60 orang, pada tahun kedua ini hanya ada sekitar 30 pemuda yang ikut mengelola bukit Kukusan.

“Pada waktu awal dibuka kami didukung sebanyak 60 orang, sedangkan saat ini hanya ada sekitar 30 orang yang bukit bergabung, hal ini disebabkan masih banyak kesibukan teman-teman diluar.” jelas Sigit.

Untuk menuju ke bukit Kukusan, para pengunjung harus berjalan menaiki bukit sekitar 15 menit perjalanan untuk sampai dipuncak. Selama perjalanan, pengelola sudah memberikan spot untuk beristirahat dan terus memperbaiki jalan menuju bukit dengan memasang pembatas. Pengunjung harus berjalan di antara jurang dengan pemandangan alam yang sangat indah.

Untuk berkunjung kebukit ini anda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Sebab wisata ini hanya di tarif 2000 rupiah untuk parkir sepeda motor, (5000 parkir mobil) serta HTM 5000 perorang.

Adanya HTM ini, pengelola saat ini sudah mampu membangun kantor Informasi dan ruang loket yang representatif, gerbang pintu masuk dengan sentuhan artistik dan Instagramable.

Pengunjung bukit Kukusan lebih banyak pada weekend , Sabtu-Minggu dibandingkan dengan hati-hati biasanya. Kunjungan per bulannya sekitar 2.000 sampai 3.000 pengunjungnya.(*)

 

 

 

 

 

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here