Kiprah Dan Peran Korpri Di Era Revolusi Industri 4.0

Tepat 29 November 2019 hari Kamais, Korpri genap berusia 48 tahun, usia yang dapat dikatakan sudah matang, dimana perjuangan dan pengabdian terhadap bangsa dan negara telah diuji oleh sejarah. KORPRI atau Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia merupakan wadah untuk menghimpun seluruh Pegawai Republik Indonesia demi meningkatkan perjuangan, pengabdian, serta kesetiaan kepada cita-cita perjuangan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 bersifat demokratis, mandiri, bebas, aktif, profesional, netral, produktif, dan bertanggung jawab.

Akan tetapi sejarah pegawai negeri atau pegawai pemerintah sudah dimulai sejak masa kolonial Belanda, dimana sebagian pegawai pemerintah Hindia Belanda berasal dari kaum bumi putera yang dipekerjakan sebagai pegawai kelas bawah penjajah pemerintah Belanda. Dilanjutkan sampai  zaman penjajahan Jepang, seluruh pegawai pemerintah eks Hindia Belanda dipekerjakan pemerintah Jepang sebagai pegawai pemerintah.

Setelah Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Pegawai yang dipekerjakan pemerintah Jepang secara otomatis dijadikan Pegawai Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Pada masa Agresi 1948 -1949 dimana Belanda mengakui kedaulatan RI, Pegawai negeri terbagi dalam 3 kelompok : pertama Pegawai Negri yang tinggal di daerah pemerintahan Republik Indonesia tetap menjadi Pegawai Republik Indonesia (RI), kedua Pegawai Negri yang tinggal di daerah pendudukan Belanda ada yang tetap menjadi pegawai RI (pegawai Non-kooperator) dan yang ketiga adalah pegawai yang bekerja sama dengan Belanda (Kooperator).

Hingga tanggal 27 Desember 1949 seluruh 3 kelompok pegawai ini disatukan menjadi Pegawai Republik Indonesia Serikat. Korpri secara resmi dibentuk setelah munculnya munculnya Keppres RI Nomor : 82 Tahun 1971 tentang Korpri pada tanggal 29 November 1971. Dimana disebutkan bahwa Korpri “merupakan satu-satunya wadah untuk menghimpun dan membina seluruh pegawai RI di luar kedinasan” (Pasal 2 ayat 2). Tujuan pembentukannya Korps Pegawai ini adalah agar “Pegawai Negeri RI ikut memelihara dan memantapkan stabilitas politik dan sosial yang dinamis dalam negara RI”.

Organisasi Korpri memiliki struktur kepengurusan di tingkat pusat maupun di tingkat departemen, lembaga pemerintah non-departemen, atau pemerintah daerah.

Saat ini kegiatan Korpri umumnya berkiprah dalam hal kesejahteraan anggotanya, termasuk mendirikan sejumlah badan/lembaga profit maupun nonprofit.

 

Pancaprasetya Korpri

Pegawai Negeri Sipil atau PNS memiliki lima butir janji atau komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, pemerintah dan masyarakat umum.

Pancaprasetya Korpri disebut juga sebagai sumpah/janji pegawai negri sipil yang bertujuan agar dapat menciptakan sosok PNS yang profesional, jujur, bersih dari segala korupsi, kolusi, nepotisme, berjiwa sosial, dan sebagainya.

Berikut Pancaprasetya Koprs Pegawai Republik Indonesia :

  1. Setia dan taat kepada Negara Kesatuan dan Pemerintah Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
  2. Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia negara.
  3.  Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  4.  Bertekad memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta kesetiakawanan Korps Pegawai Republik Indonesia.
  5.  Berjuang menegakkan kejujuran dan keadilan, serta meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme.

 

Lambang Korpri sendiri memiliki makna yang dalam. Ketentuan lambang Korpri diatur dalam Keputusan Musyawarah Nasional VI KORPRI Nomor : KEP- 09/MUNAS/2004 tentang Lambang, Panji, Dan Atribut KORPRI. Berikut makna lambang atau logo KORPRI:

  1. Pohon dengan 17 ranting, 8 dahan, dan 45 daun, melambangkan perjuangan sesuai dengan fungsi dan peranan Korpri sebagai Aparatur Negara Republik Indonesia yang dimulai sejak diproklamasikannya Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
  2.  Bangunan berbentuk balairung dengan lima tiang, melambangkan tempat dan wahana sebagai pemersatu seluruh anggota Korpri, perekat bangsa pada umumnya untuk mendukung pemerintahan Republik Indonesia yang stabil dan demokratis dalam upaya mencapai tujuan nasional dengan berdasarkan Pancasila dan Jatidiri, Kode Etik serta paradigma baru Korpri.
  3. Sayap yang besar dan kuat ber-elar 4 (empat) ditengah dan 5 lima) ditepi melambangkan pengabdian dan perjuangan Korpri untuk mewujudkan organisasi yang mandiri dan profesional dalam rangka mencapai cita-cita kemerdekaan Bangsa Indonesia yang luhur dan dinamis berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

 

Korpri Di Era Revolusi Industri 4.0

Dalam umurnya yang ke 47 tahun ini korpri harus mampu mengabdi dan memberi peran yang terbaiknya di dalam memasuki revolusi industry 4.0. Bupati Pemalang H. Junaedi dalam upacara memperingati hari korpri dan hari guru di stadion Mochtar yang membacakan amanat presiden  presiden Joko Widodo  mengungkapkan bahwa saat ini telah memasuki Revolusi Industri 4.0.

“Revolusi lndustri 4.0 telah membawa perubahan lanskap sosial,politik, ekonomi dan budaya di seluruh dunia. Perkembangan teknologi informasi, terutama pengkomputeran dan media sosial, memang memfasilitasi cara kerja birokrasi,” jelasnya.

Revolusi tersebut telah memberikan perubahan sosial, politik, ekonomi dan budaya si seluruh dunia. Perkembangan teknologi informasi, terutama pengkomputeran di media sosial, membantu memfasilitasi cara kerja birokrasi.

Tidak hanya itu, teknologi tersebut juga memfasilitasi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan menuntut pelayanan yang lebih baik dari ASN. Pemanfaatan teknologi yang memudahkan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi tersebut lantas menjadi beban bagi ASN jika tidak dibarengi dengan perubahan kerja. Dengan begitu, menurut Jokowi ASN harus melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh.

“Mau tidak mau, Aparatur Sipil Negara harus melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh, meningkatkan kualitas kerja dan tata kelola pemerintahan, serta menjaga akuntabilitas,” imbuhnya..

Jokowi juga menuturkan bahwa ASN harus selalu open mind dan terus melakukan inovasi, menyederhanakan proses kerja, memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan teknolosi, dan juga berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait.

“Oleh karena itu, kepada seluruh Aparatur Sipil Negara di semua lapisan pemerintahan dan di semua sektor, saya minta untuk tidak terjebak dengan ego-sektoral, ego-organisasi, atau ego-programnyamasing-masing” tegasnya.

Semua permasalahan yang dialami masyarakat dijelaskan  oleh prediden Joko Widodo  bersifat lintas sektoral bahkan juga lintas daerah.

“Dengan berkolaborasi serta pemanfaatan ilmu pengetahuan danteknologi, saya yakin Aparatur Sipil Negara bisa mengaktualisasikanbaktinya secara lebih baik kepada masyarakat, bangsa dan negara” jelas presiden.

“Perlu saya sampaikan di sini bahwa dalam 4 tahun terakhir ini, pemerintah telah memberikan prioritas besar kepada pembangunan infrastruktur. ” ucap Jokowi.

Pemerintah membuka keterisolasian, membangun konektivitas, memperkokoh persatuan nasional, memperbaiki pelayanan kepada masyarakat, serta membangun sentra-sentra ekonomi baru.

Jokowi kemudian menjelaskan program pemerintah di tahun 2019 terkait upaya memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM).

“Mulai tahun 2019, pemerintah akan melakukan program besar-besaran untuk memperkuat sumberdaya manusia untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin berat” ungkapnya.

Kualitas SDM di pemerintahan dan juga swasta, SDM di semua sektor, SDM di semua lapisan pemerintahan serta kualitas SDM di usia dini dan juga remaja, harus ditingkatkan secara signifikan.

SDM tersebut juga disampaikan oleh Jokowi harus mampu menghadapi dan memanfaatkan peluang dari dunia dan teknologi yang sedang cepat berubah.

“Dalam kaitan ini, saya minta kepada seluruh jaiaran Aparatur Sipil Negara untuk segera memperkuat diri untuk menjadi agen transformasipenguatan SDM kita, ” pungkas Jokowi.

Hal itu agar ASN mampu menjadi agen transformasi dan membangun talenta-talenta anak bangsa di seluruh nusantara.

“saya minta kepada seluruh jaiaran Aparatur Sipil Negara untuk segera memperkuat diri untuk menjadi agen transformasi penguatan SDM kita, menjadi agen transformasi dalam membangun talenta-talenta anak bangsa. Dengan peran Aparatur Sipil Negara yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara, saya yakin transformasi kualitas SDM ini bisa dilakukan secara besar-besaran dan akan memberikan hasil yang positif  bagi kemajuan bangsa” tutur presiden dalam akhir sambutannya. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *