oleh

Jatramas Tetap Lanjutkan Permasalahan Ijazah Eko Priyono

Pemalang – Setelah melayangkan surat ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pemalang, Jatramas yang menyoal mal administrasi juga melaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pemalang serta tembusan ke Polres Pemalang. Selain itu juga meminta klarifikasi mengenai keabsahan ijazah atau surat pengganti ijazah atas nama Eko Priyono yang dikeluarkan oleh dinas pendidikan dan kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pemalang.

Menurut ketua Jatramas M. Taufik, kepala Dindikbud Pemalang telah bekerja secara profesional terkait dengan surat pengganti ijazah SMP atas nama Eko Priono dan membuat surat keterangan kesalahan penulisan dari Eko Priono menjadi Eko Priyono.
Semua dokumen pengganti tersebut didasarkan pada aturan normatif yang ada. Akan tetapi ada hal yang menjadi pertanyaan dan perlu klarifikasi dari pihak lain yang terkait adalah dasar dari pembuatan dokumen pengganti tersebut.

Dalam conference press yang digelar oleh Jatramas disalah satu rumah makan di Pemalang, Jum’at (4/12), Taufik mengemukakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk meluruskan adanya pemberitaan di media cetak maupun online, dimana permasalahan ijazah Eko Priyono sudah selesai.

Menurut, Taufik permasalahan ijazah Eko Priyono ini tidak hanya hanya masalah ijazah SMP melainkan ijazah SMA yang digunakan sebagai dasar persyaratan pencalonan wakil bupati.

Jatramas mempertanyakan dan menelusuri apakah benar dasar yang di gunakan adalah laporan kehilangan di Dindikbud Pemalang berasal dari laporan kehilangan yang dikeluarkan Polsek Taman. Sedangkan domisili Eko Priyono sendiri di desa Temuireng, Kecamatan Petarukan.

Seperti dikemukakan dalam audiensi kemarin (kamis, 3/12), kepala Dindikbud Pemalang, Mualip mengutarakan di bulan Pebruari (2020) ada seorang pemohon yang membawa berkas surat kehilangan dari kepolisian sektor Taman, yang hilang KTP, kartu keluarga, akte kelahiran, surat keterangan STTB rusak dari SD Temuireng dan buku induk SD Temuireng.

“Beliau kan berdomisili di wilayah Petarukan, jadi kami terus melakukan dan mengungkap dan mempertanyakan sampai ada kejelasan” tutur Taufik

Untuk ijazah SMA, Taufik masih berkoordinasi dan meminta klarifikasi dari suku dinas pendidikan wilayah II Jakarta Utara, mengenai keabsahan baik ijazah maupun administrasi lainnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ripto, Tim Jatramas yang kemarin ikut audiensi dengan kepala dindikbud Kabupaten Pemalang.

Ripto mengatakan, memang dalam audiensi menyatakan selesai. Kata selesai kan menurut kepala dinas, bagi dia belum selesai karena ada beberapa permasalahan yang masih perlu ditelusuri dan diungkap kebenarannya. (Red).

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed