Beranda Wisata Menatap Keindahan Gunung Slamet Dari Igir Kandang

Menatap Keindahan Gunung Slamet Dari Igir Kandang

5
0

Pemalang – Foto-foto keindahan Igir Kandang Desa Clekatakan di medio tahun 2020 banyak menghiasi lini masa media sosial. Pemandangan pegunungan yang disajikan sangat menarik, dinikmati secara langsung maupun bahan unggahan di media sosial.

Secara topografi, Pemalang memiliki pegunungan dan sebagian wilayahnya berada di lerang Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah. Banyak spot spot wisata alam yang dapat dieksplore disana.

Menikmati suasana pegunungan, udara sejuk hingga menikmati momen matahari terbit kerap jadi prolog pembicaraan para pelancong maupun wisatawan.

Hal tersebut merupakan salah satu daya tarik warga masyarakat saling berlomba lomba untuk membuka spot baru dengan berbagai macam kreatifitas. Seperti halnya dengan bukit igir Kandang Clekatakan ini, dulunya hanyalah gundukan tanah, ladang milik desa seluas kurang lebih 8.5 hektar. Namun kini berubah 180 derajat, dimana ratusan bahkan ribuan pengunjung memadati lokasi wisata terbaru di desa clekatakan.

“View Gunung Slamet Dari Lokasi Igir Kandang”

Bukit Igir Kandang Pemalang merupakan salah satu spot terbaik untuk menikmati gagahnya Gunung Slamet. Gunung setinggi 3428 mdpl itu terlihat begitu dekat dari wisata igir hanya berjarak empat kilometer di sisi barat.

Di sisi timur ada pemandangan Bukit Mendelem yang jaraknya hanya lima kilometer. Kemudian di sebelah selatan ada Taman Bunga Kutabawa Purbalingga yang berjarak sekitar 2,5 kilometer. Meneropong lebih jauh, beberapa gunung di Jawa Tengah pun terlihat diantaranya Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Ungaran dan juga Gunung Prau.

Sebuah view yang memukau dan memanjakan kedua bola mata. Maka dari itu membawa tenda dan bermalam di bukit igir merupakan pilihan terbaik.

Pengelola juga sudah mengijinkan pengunjung untuk menginap, bahkan bagi

Menurut Kepala Desa Clekatakan Sutrisno, pada beberapa kesempatan terutama malam minggu ada sekitar ratusan tenda yang didirikan oleh pengunjung untuk menikmati suasana Igir Kandang.

“Lokasi Wisata Bukit Igir Kandang Pemalang”

Obyek wisata Igir Kandang, tepatnya terletak di Dusun Kandanggotong, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Di desa Clekatakan sendiri sebelumnya sudah dikenal dengan wisata Bukit Melogi Cinta, tentunya bagi beberapa wisatawan sudah familiar dengan daerah tersebut. Akan tetapi jika belum pernah, ikuti rute atau jalan menuju bukit igir berikut:

Dari kota pemalang silahkan arahkan kendaraan menuju Pulosari. Selanjutnya terus keselatan menuju jalur pendakian Gunung Slamet via Desa Clekatakan. Akan menemukan sebuah pertigaan, belok saja ke kanan. Setelah itu akan bertemu perempatan pertama, belok saja kekiri. Ikuti jalan hingga sampai di loket masuk wisata igir.

Sementara itu bagi yang datang dari Purbalingga, silahkan menuju desa kutabawa, Desa Karangreja. Jika sampai di pasar kutabawa, silahan berjalan keutara sekitar 500 meter. Akan menjumpai sebuah pertigaan (setelah jembatan dan makam), belok kekiri dan ikuti jalan tersebut maka akan sampai di lokasi.

“Harga Tiket Masuk”

Tiket masuknya sendiri masih terbilang murah meriah, yakni Rp 6 ribu/orang dan biaya parkir Rp 2 ribu/ motor. Sedangkan jika akan camping disini, akan dikenakan retribusi sebesar Rp 15 ribu/ orang serta untuk penitipan motor Rp 5 ribu/malam. Dari loket masuk, harus berjalan sekitar 10 menit untuk menuju punca bukit. Tidak begitu menguras tenaga, bisa sekalian olahraga ringan.

“Upaya Igir Kandang Sebagai Obyek Wisata”

Pemerintah kabupaten Pemalang, mendukung penuh upaya kepala desa dan masyarakat Clekatan menjadikan Igir Kandang sebagai obyek wisata unggulan. Kades Sutrisno menerangkan bahwa upaya masyarakat untuk membangun serta mempromosikan Igir Kandang sejak 2019.

“Untuk merintis wisata puncak igir kandang ini kita mengawalinya dari tahun 2019 tapi kita action pelaksaannya kemarin di bulan Pebruari tahun 2020 ini”, ujar Sutrisno, Selasa (1/9).

Saat ini, Igir Kandang masih berbenah, beberapa fasilitas umum dasar bagi pengunjung misalnya toilet, tempat cuci tangan, musholla dan lampu penerang jalan akan disediakan dan dibangun secepatnya.

“Toilet rencana membuat 16 titik, sementara yang sudah jadi ada 6,” katanya.

Tidak hanya itu, kedepan di obyek wisata tersebut, kata Sutrisno akan dibuat wahana edukasi, termasuk edukasi pertanian, agrikultur, dan sport center dengan tetap mengedepankan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Clekatakan.

Terkait dengan tatanan adaptasi kehidupan baru di dunia pariwisata, pihak pengelola menerapkan protokol kesehatan bagi para pengunjung mulai dari pintu masuk sampai dengan imbauan-imbauan tentang protokol kesehatan melalui banner yang dipasang disejumlah lokasi strategis, termasuk diantaranya dengan melakukan sosialisasi kepada para pedagang dan pengunjung yang datang ditempat tersebut agar selalu menggunakan masker dan jaga jarak.

“Disini kita mulai ada pembuatan tempat untuk cuci tangan dan tempat-tempat tertentu ada sarana CTPS-nya.” ujar Sutrisno

Keinginan Sutrisno untuk membuat pariwisata Puncak Igir Kandang bisa mandiri, berdikari, dengan memberdayakan sumber daya manusia baik pengelola maupun pedagang diutamakan menggunakan tenaga dari warga Clekatakan. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here